Minggu, 29 November 2015

contoh siklus menstruasi bisa juga di tambahkan gambar atau di edit sesuka hati guys

KATA PENGANTAR

            Terimakasih terhadap tuhan yang maha esa yang memberikan akal pikiran bagi setiap manusia dan memberikan ilmu untuk di pelajari manusia. Dalam tugas kali ini yaitu menentukan siklus menstruasi yang terjadi pada perempuan, serta menganalisis siklus tersebut. Seperti pada berikut ini.




Pandaan, 12 November 15
Anis nurul hikmah
































KAJIAN PUSTAKA


2.1 Menstruasi

2.1.1    Haid sebagai bagian siklus reproduksi Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim endometrium yang disertai dengan pendarahan yang terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan.

            Menstruasi yang berulang setiap bulan tersebut akhirnya membentuk siklus menstruasi. Menstruasi juga bisa diartikan keluarnya cairan secara berkala dari vagina selama masa usia produktif. (Aulia, 2009,hlm.8) Menstruasi pada wanita adalah suatu pertanda rahim yang sifatnya fisiologik (normal) yang datangnya teratur setiap bulan (siklus haid) dan timbulnya perdarahan tersebut sebagai akibat perubahan hormonal yaitu esterogen dan progesteron. Menstruasi bisa menjadi salah satu pertanda bahwa seorang perempuan sudah memasuki masa suburnya. Siklus menstruasi merupakam bagian dari siklus reproduksi wanita disamping siklus ovarium, siklus menstruasi ini terjadi bersamaan dan saling berhubungan dengan siklus ovarium. Ada empat organ utama dalam siklus reproduksi adalah hipotalamus, hipofisis, uterus, dan ovarium.

2.1.2   Sistem hormon dalam fisiologis haid Pada siklus haid FSH (Folicle Stimulating Hormone) dikeluarkan oleh hormon anterior hipofise sehingga beberapa folikel primer berkembang menjadi folikel de Graaf yang membuat estrogen mengeluarkan hormon gonadotropin yang kedua yaitu LH (Luteinizing Hormone).

 FSH dan LH ini berada di bawah pengaruh RH (Releasing Hormone) yang disalurkan dari hipotalamus ke hipofisis. Proses ini dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus. Bila penyaluran RH normal dan berjalan baik, maka produksi gonadotropin akan baik pula sehingga folikel de Graaf makin lama menjadi matang dan makin banyak liquor folikali yang mengandung estrogen. Estrogen berpengaruh terhadap endometrium sehingga endometrium tumbuh atau berpoliferasi dan disebut masa poliferasi (Wikjosastro, 1999). Di bawah pengaruh LH folikel de Graaf menjadi matang mendekati permukaan ovarium kemudian terjadilah ovulasi. Pada ovulasi kadang – kadang terdapat perdarahan sedikit yang akan merangsang peritoneum pelvis sehingga timbul rasa sakit yang disebut intermenstruasi pain (Mittle Schmerz) dan perdarahan sedikit di vagina (Wikjosastro, 1999). Setelah ovulasi terjadi dibentuklah korpus rubrum (banda merah) yang akan menjadi korpus luteum (badan kuning) di bawah pengaruh hormon gonadotropin LH dan LTH (Luteotropic Hormone). Korpu luteum menghasilkan progesterone yang menyebabkan endometrium bersekresi dan kelenjarnya berlekuklekuk (masa sekresi). Bila tidak ada pembuahan korpus luteum bergenerasi sehingga kadar estrogen dan progesteron menurun. Menurunnya kadar estrogen dan progesteron menimbulkan efek pada arteri yang berlekuk - lekuk di endometrium, sehingga mengakibatkan pengerutan lapisan fungsional endometrium. Vasokonstriksi anteria spiralis (coiled artery) terjadi 4 - 24 jam sebelum menstruasi dengan akibat luar atau atas endometrium mengalami atrofi dan mengkerut. Tampak dilatasi dan statis dengan hyperemia yang diikuti oleh spasme dan iskemia. Sesudah itu terjadi degenerasi serta perdarahan dan pelepasan endometrium nekrotik yang disebut haid atau mestruasi. Bila mana ada pembuahan dalam masa ovulasi maka korpus luteum tersebut dipertahankan bahkan berkembang menjadi korpus luteum gravidarum (William,1995).

2.1.3    Siklus Menstruasi Siklus Menstruasi adalah serangkain periode dari perubahan yang terjadi berulang pada uterus dan organ – organ yang dihubungkan pada saat puberitas dan berakhir pada saat menopause. Siklus tersebut bervariasi dari 18 sampai 40 hari rata – rata 28 hari (Halmiton, 1999).





 Menurut prawiroharjo, (1999) dalam jarak siklus antara 14 sampai 45 hari rata – rata 28 hari dan lamanya mentruasi sekitar 2 sampai 8 hari, rata – rata 4 sampai 6 hari. Darah mentruasi tidak bisa membeku dengan jumlah sekitar 60 sampai dengan 80 ml setiap siklus mentruasi (Waryana 2010). Menurut Sibagariang dkk. (2010), siklus mentruasi di bagi menjadi 4 masa : 1. Stadium deguamasi Yaitu endometrium dilepas dari dinding rahim disetrai perdarahan, hanya lapisan tipis yang tinggal. Ini berlangsung 4 hari. 2. Stadium regenerasi Yaitu luka endometrium dilepas berangsur – angsur ditutup kembali oleh selaput lendir yang baru. Pada saat kelenjar ini menebal, endometrium kurang lebih 0,5 mm. Stadium ini sudah mulai waktu stadium mentruasi 4 hari. 3. Stadium ploriferasi Yaitu pada stadium ini endometrium tumbuh menjadi tebal, kelenjar tumbuh lebih cepat dari jaringan lain yang berkelok, berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari haid pertama. 4. Stadium sekresi Yaitu endometrium tebalnya menetap, tapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku. Dalam endometrium sudah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai kanan untuk telur.

2.2.4    Syndrome sebelum datang bulan (pre-menstruasi syndrome) Menurut August (2000), beberapa saat sebelum mulai datang bulan (menstruasi) atau hari - hari menstruasi, wanita akan mengalami rasa tidak enak atau merasakan,

beberapa gejala seperti :
 1. Nyeri payudara.
2. Rasa penuh/kembung di perut bagian bawah.
 3. Merasa sangat lelah.
 4. Nyeri otot terutama di punggung bagian bawah perut.
5. Perubahan kebasahan vagina.
6. Muka berminyak atau tubuh berjerawat.
7. Gangguan emosi seperti: mudah tersinggung, gelisah, sukar tidur dan sakit kepala.

Setiap wanita pasti mengalami sekurang - kurangnya satu dari gejala tersebut di atas tetapi ada juga yang mengalami beberapa gejala tersebut bahkan sampai kegangguan yang berat seperti: depresi, rasa takut, gangguan konsentrasi dan muntahmuntah karena nyeri perut hebat. Ada yang merasakan beberapa hari sebelum menstruasi merupakan hari - hari yang penuh dengan kegelisahan, tetapi sebaliknya ada yang merasakan lebih kreatif dan produktif dalam waktu menjelang menstruasi tersebut.

2.1.5    Perawatan diri selama menstruasi Menurut August (2000), setiap wanita yang sedang menstruasi dianjurkan untuk merawat kebersihan alat vital agar tetap terjaga kebersihannya dengan melakukan perawatan seperti :

1.      Pergunakan pembalut untuk menampung darah menstruasi yang keluar selama menstruasi.

2.      Pembalut diganti paling sedikit dua kali sehari atau tergantung keadaan. Bila darah yang keluar banyak, maka gantilah pembalut beberapa kali karena bila tidak diganti dalam satu hari akan menimbulkan infeksi.


3. Cucilah alat kelamin bagian luar dengan air dan sabun paling sedikit setiap hari atau lebih baik setiap ada keperluan ke kamar mandi untuk mencuci noda - noda darah yang tertinggal.

2.1.6   Kelainan / Gangguan Menstruasi Kelainan menstruasi yang biasanya dijumpai dapat berubah kelainan siklus atau kelainan dari jumlah darah yang dikeluarkan dan lamanya perdarahan.






Kelainan menstruasi tersebut antara lain :
1.     Berdasarkan panjang siklus

1) Polimenorrhoe Adalah keadaan haid yang sering pada siklus pendek < 25 hari dapat disebabkan gangguan fase lutea atau ovulasi.

2) Metrorrhagia Adalah keadaan dimana haid yang tidak teratur dan tidak menurut siklus yang terjadi diantara 2 waktu menstruasi. jika perdarahan banyak disebut menometrorarrhagia. Menometrorarrhagia : menstruasi yang banyak dan memanjang pada siklus yang biasa.


3) Oligomenorrhoe Adalah haid yang panjang pada siklus yang panjang (siklus >35hari) yang disebabkan oleh memanjangnya fase folikuler.

4) Amenorhe adalah tidak adanya haid selama 3 bulan atau lebih. Amenorhe dibagi 2 yaitu amenorrhe primer adalah bila wanita belum dating haid sampai usia 14 tahun, dan amenorrhe sekunder adalah bila wanita pernah mendapat haid tetapi tidak haid lagi. Bercak yang terjadi saat sebelum ovulasi yang disebabkan oleh penurunan esterogen.

2.     Berdasarkan aliran darah menstruasi

1)      Hypomenorhe Adalah keadaan dimana haid jumlanya sedikit tetapi menurut siklus. disebabkan oleh karena kesuburan endomentrium kurang gizi, penyakit menahun maupun gangguan hormon.

2)      Hypermenorhoe Adalah kondisi dimana haid berlebihan banyaknya tetapi menurut siklus.

3)      Menorrahagia Periode menstruasi yang sangat panjang dan banyak, periode yang terjadi >80 ml siklus biasa. Jika waktu terjadi dalam interval sangat pendek.

3.      Gangguan lain pada awal haid

1)      Pre-mentrual tension Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi berlangsung. Gejala klinik dari Pre-mentrual tension adalah gangguan emosional, gelisah, sukar tidur, perut kembung, mual muntah, payudara tegang sakit, dan terkadang merasa tertekan beberpa jam sampai beberapa hari.

2)      Mastodinia atau mastalgia Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid. Disebabkan oleh dominasi hormon esterogen.

3)      Mittetelschmerz (Rasa nyeri pada ovulasi) Adalah rasa sakit yang timbul pada saat ovulasi, berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari diperengahan siklus mentruasi.

4)       Dismenorhea Nyeri pada saat menstruasi atau nyeri mentruasi yang memaksa wanita untuk istirahat berakibat pada menurunya kinerja dan berkurangnya aktifitas sehari – hari (Proverawati dan Misaron, 2009).

2.2.7    Cara mengatasi gangguan sebelum menstruasi Cara mengatasi gangguan atau keluhan - keluhan sebelum menstruasi atau selama menstruasi setiap wanita berbeda - beda, tergantung mana cara yang dapat membuat perasaan menjadi lebih nyaman dan merasa baik (August, 2000).



Berikut cara yang dapat menolong:

1. Kurangi garam-garam yang dapat menyebabkan tubuh berusaha menyimpan air dalam tubuh sehingga menyebabkan rasa penuh di perut bagian bawah.
2. Coba hindari caffeine yang terdapat dalam teh atau kopi dan beberapa minuman ringan seperti coca-cola.
3. Coba makan makanan yang berprotein tinggi seperti kacang - kacangan, ikan, daging, susu. Bila tubuh mencerna makanan jenis ini akan menyebabkan lebih banyak air yang keluar tubuh sehingga mengurangi rasa penuh di perut bagian bawah.
Menurut (August, 2000) ada beberapa cara untuk mengatasi menanggulangi nyeri perut saat menstruasi (dismenorhoe), dapat dilakukan cara - cara seperti berikut :

1. Usap perut bagian bawah untuk mengurangi ketegangan otot perut.Isi sebuah botol dengan air panas dan letakkan di perut bagian bawah atau bisa dipergunakan kain tebal/handuk yang sudah dibasahi dengan air panas.
 2. Minum air teh yang dicampur dengan air jahe.
3. Tetap jalankan aktivitas sehari - hari seperti biasa.
4. Olahraga atau berjalan-jalan disekitar rumah.
5. Bila nyeri sangat dan perdarahan yang banyak dan semua usaha di atas tidak menolong segera kunsultasi dengan tenaga medis setempat.

2.2.8         Manarche sebagai bagian dari proses menstruasi Manarche adalah haid atau menstruasi yang pertama kali dialami oleh seseorang wanita dan terjadi di tengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi (Aulia,2009,hlm.21). Manarche merupakan suatu tanda yang penting bagi seorang wanita yang menunjukan adanya produksi hormon yang normal dibuat oleh hipotalamus dan kemudian diteruskan oleh ovarium dan uterus. Selama dan sekitar 2 Tahun hormonhormon ini akan merangsang pertumbuhan tanda - tanda seks sekunder seperti pertumbuhan payudara, perubahan - perubahan kulit, perubahan siklus, pertumbuhan rambut ketiak dan rambut pubis serta bentuk tubuh menjadi yang ideal. Ada sebagian kecil anak perempuan mengalami menstruasi lebih awal yang disebut Solated Premature manarche dan ada juga yang mengalami menstruasi yang lewat primary amenhorrhea. (Aulia, 2009,hlm.21). Manarche sebenarnya merupakan puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi pada seorang gadis sedang menginjak dewasa. (Jones, 2005,hlm.26). Menstruasi anak gadis dapat berhenti atau tertunda jika dia menjalani diet yang ketat untuk mempertahankan berat badan idealnya atau jika dia mengidap penyakit Anorexia nervosa (Tidak ada nafsu makan karena tidak ingin gemuk). (Darvill,2003,hlm.14). Manarche biasanya terjadi antara tiga sampai delapan hari, rata - rata lima setengah hari. Dalam satu tahun setelah terjadinya manarche, ketidakteraturan haid masih sering dijumpai. Ketidakteraturan terjadinya haid adalah kejadian yang biasa dialami oleh para remaja putri, namun demikian hal ini dapat menimbulkan keresahan pada diri remaja itu sendiri. Sekitar dua tahun setelah manarche akan terjadi ovulasi. Ovulasi ini tidak harus terjadi setiap bulan tetapi dapat terjadi setiap dua atau tiga bulan dan secara berangsur siklusnya akan menjadi lebih teratur. Dengan terjadinya ovulasi, spasmodic dismenorrhoea dapat timbul. (Ezra, Konstitusional psikologis remaja putri yang telah mengalami manarche 2003, ¶ 2, http://www.google.com, diperoleh tanggal 30 juni 2013). Munculnya haid pertama terjadi di tengah - tengah masa pubertas, yaitu masa peralihan dari anak - anak ke dewasa yang memegang peranan penting dalam proses tersebut adalah hubungan hipotalamus, hipopisis dan ovarium (Hipotalamic PituitariOvarikratis). Hal ini merupakan hasil kerjasama antara korteks serebri, Hipotalamus, Hipopisis, Varium, Glanduna Supra Renalis dan Kelenjar - kelenjar Endokrin lainnya.














NAMA                        : ANIS NURUL HIKMAH
KELAS                       : 9-D
NO.ABSEN                : 09





A.  Analisi data siklus menstruasi


NO
BULAN
Tanggal
Berapa hari
1
JULI
19 JULI 2015
Juli – Agustus 26 hari
2
AGUSTUS
14 AGUSTUS 2015
Agustus – September 24 hari
3
SEPTEMBER
7 SEPTEMBER 2015
September – Oktober 27 hari
4
OKTOBER
4 OKTOBER 2015
Oktober – November 27 hari
5
NOVEMBER
31 OKTOBER 2015

JUMLAH
104 : 4 = 26 hari





B.   Kesimpulan

Dari data siklus menstruasi yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi siklus menstruasi setiap bulan adalah ± 26 Hari




          




DAFTAR PUSTAKA

Data siklus menstruasi siswa ( Anis Nurul Hikmah )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar