KATA PENGANTAR
Terimakasih terhadap tuhan yang maha
esa yang memberikan akal pikiran bagi setiap manusia dan memberikan ilmu untuk
di pelajari manusia. Dalam tugas kali ini yaitu menentukan siklus menstruasi
yang terjadi pada perempuan, serta menganalisis siklus tersebut. Seperti pada
berikut ini.
Pandaan, 12 November 15
Anis nurul
hikmah
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Menstruasi
2.1.1 Haid sebagai bagian siklus reproduksi
Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim endometrium yang disertai dengan
pendarahan yang terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat
kehamilan.
Menstruasi yang berulang setiap
bulan tersebut akhirnya membentuk siklus menstruasi. Menstruasi juga bisa
diartikan keluarnya cairan secara berkala dari vagina selama masa usia
produktif. (Aulia, 2009,hlm.8) Menstruasi pada wanita adalah suatu pertanda
rahim yang sifatnya fisiologik (normal) yang datangnya teratur setiap bulan
(siklus haid) dan timbulnya perdarahan tersebut sebagai akibat perubahan
hormonal yaitu esterogen dan progesteron. Menstruasi bisa menjadi salah satu
pertanda bahwa seorang perempuan sudah memasuki masa suburnya. Siklus
menstruasi merupakam bagian dari siklus reproduksi wanita disamping siklus
ovarium, siklus menstruasi ini terjadi bersamaan dan saling berhubungan dengan
siklus ovarium. Ada empat organ utama dalam siklus reproduksi adalah hipotalamus,
hipofisis, uterus, dan ovarium.
2.1.2 Sistem hormon dalam fisiologis haid
Pada siklus haid FSH (Folicle Stimulating Hormone) dikeluarkan oleh hormon
anterior hipofise sehingga beberapa folikel primer berkembang menjadi folikel
de Graaf yang membuat estrogen mengeluarkan hormon gonadotropin yang kedua
yaitu LH (Luteinizing Hormone).
FSH dan LH ini berada di bawah pengaruh RH
(Releasing Hormone) yang disalurkan dari hipotalamus ke hipofisis. Proses ini
dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus. Bila
penyaluran RH normal dan berjalan baik, maka produksi gonadotropin akan baik
pula sehingga folikel de Graaf makin lama menjadi matang dan makin banyak
liquor folikali yang mengandung estrogen. Estrogen berpengaruh terhadap
endometrium sehingga endometrium tumbuh atau berpoliferasi dan disebut masa
poliferasi (Wikjosastro, 1999). Di bawah pengaruh LH folikel de Graaf menjadi
matang mendekati permukaan ovarium kemudian terjadilah ovulasi. Pada ovulasi
kadang – kadang terdapat perdarahan sedikit yang akan merangsang peritoneum
pelvis sehingga timbul rasa sakit yang disebut intermenstruasi pain (Mittle
Schmerz) dan perdarahan sedikit di vagina (Wikjosastro, 1999). Setelah ovulasi
terjadi dibentuklah korpus rubrum (banda merah) yang akan menjadi korpus luteum
(badan kuning) di bawah pengaruh hormon gonadotropin LH dan LTH (Luteotropic
Hormone). Korpu luteum menghasilkan progesterone yang menyebabkan endometrium
bersekresi dan kelenjarnya berlekuklekuk (masa sekresi). Bila tidak ada pembuahan
korpus luteum bergenerasi sehingga kadar estrogen dan progesteron menurun.
Menurunnya kadar estrogen dan progesteron menimbulkan efek pada arteri yang
berlekuk - lekuk di endometrium, sehingga mengakibatkan pengerutan lapisan
fungsional endometrium. Vasokonstriksi anteria spiralis (coiled artery) terjadi
4 - 24 jam sebelum menstruasi dengan akibat luar atau atas endometrium
mengalami atrofi dan mengkerut. Tampak dilatasi dan statis dengan hyperemia
yang diikuti oleh spasme dan iskemia. Sesudah itu terjadi degenerasi serta
perdarahan dan pelepasan endometrium nekrotik yang disebut haid atau mestruasi.
Bila mana ada pembuahan dalam masa ovulasi maka korpus luteum tersebut
dipertahankan bahkan berkembang menjadi korpus luteum gravidarum
(William,1995).
2.1.3 Siklus Menstruasi Siklus Menstruasi adalah
serangkain periode dari perubahan yang terjadi berulang pada uterus dan organ –
organ yang dihubungkan pada saat puberitas dan berakhir pada saat menopause.
Siklus tersebut bervariasi dari 18 sampai 40 hari rata – rata 28 hari
(Halmiton, 1999).
Menurut prawiroharjo, (1999) dalam jarak
siklus antara 14 sampai 45 hari rata – rata 28 hari dan lamanya mentruasi
sekitar 2 sampai 8 hari, rata – rata 4 sampai 6 hari. Darah mentruasi tidak
bisa membeku dengan jumlah sekitar 60 sampai dengan 80 ml setiap siklus
mentruasi (Waryana 2010). Menurut Sibagariang dkk. (2010), siklus mentruasi di
bagi menjadi 4 masa : 1. Stadium deguamasi Yaitu endometrium dilepas dari
dinding rahim disetrai perdarahan, hanya lapisan tipis yang tinggal. Ini
berlangsung 4 hari. 2. Stadium regenerasi Yaitu luka endometrium dilepas
berangsur – angsur ditutup kembali oleh selaput lendir yang baru. Pada saat
kelenjar ini menebal, endometrium kurang lebih 0,5 mm. Stadium ini sudah mulai
waktu stadium mentruasi 4 hari. 3. Stadium ploriferasi Yaitu pada stadium ini
endometrium tumbuh menjadi tebal, kelenjar tumbuh lebih cepat dari jaringan
lain yang berkelok, berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari haid
pertama. 4. Stadium sekresi Yaitu endometrium tebalnya menetap, tapi bentuk
kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku. Dalam endometrium sudah tertimbun
glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai kanan untuk telur.
2.2.4 Syndrome sebelum datang bulan (pre-menstruasi
syndrome) Menurut August (2000), beberapa saat sebelum mulai datang bulan
(menstruasi) atau hari - hari menstruasi, wanita akan mengalami rasa tidak enak
atau merasakan,
beberapa
gejala seperti :
1. Nyeri payudara.
2.
Rasa penuh/kembung di perut bagian bawah.
3. Merasa sangat lelah.
4. Nyeri otot terutama di punggung bagian
bawah perut.
5.
Perubahan kebasahan vagina.
6.
Muka berminyak atau tubuh berjerawat.
7.
Gangguan emosi seperti: mudah tersinggung, gelisah, sukar tidur dan sakit
kepala.
Setiap wanita pasti mengalami sekurang -
kurangnya satu dari gejala tersebut di atas tetapi ada juga yang mengalami
beberapa gejala tersebut bahkan sampai kegangguan yang berat seperti: depresi,
rasa takut, gangguan konsentrasi dan muntahmuntah karena nyeri perut hebat. Ada
yang merasakan beberapa hari sebelum menstruasi merupakan hari - hari yang
penuh dengan kegelisahan, tetapi sebaliknya ada yang merasakan lebih kreatif
dan produktif dalam waktu menjelang menstruasi tersebut.
2.1.5 Perawatan diri selama menstruasi
Menurut August (2000), setiap wanita yang sedang menstruasi dianjurkan untuk
merawat kebersihan alat vital agar tetap terjaga kebersihannya dengan melakukan
perawatan seperti :
1.
Pergunakan
pembalut untuk menampung darah menstruasi yang keluar selama menstruasi.
2.
Pembalut
diganti paling sedikit dua kali sehari atau tergantung keadaan. Bila darah yang
keluar banyak, maka gantilah pembalut beberapa kali karena bila tidak diganti
dalam satu hari akan menimbulkan infeksi.
3.
Cucilah alat kelamin bagian luar dengan air dan sabun paling sedikit setiap
hari atau lebih baik setiap ada keperluan ke kamar mandi untuk mencuci noda -
noda darah yang tertinggal.
2.1.6 Kelainan / Gangguan Menstruasi Kelainan
menstruasi yang biasanya dijumpai dapat berubah kelainan siklus atau kelainan
dari jumlah darah yang dikeluarkan dan lamanya perdarahan.
Kelainan menstruasi tersebut antara lain
:
1.
Berdasarkan
panjang siklus
1) Polimenorrhoe
Adalah keadaan haid yang sering pada siklus pendek < 25 hari dapat disebabkan
gangguan fase lutea atau ovulasi.
2) Metrorrhagia
Adalah keadaan dimana haid yang tidak teratur dan tidak menurut siklus yang
terjadi diantara 2 waktu menstruasi. jika perdarahan banyak disebut
menometrorarrhagia. Menometrorarrhagia : menstruasi yang banyak dan memanjang
pada siklus yang biasa.
3)
Oligomenorrhoe Adalah haid yang panjang pada siklus yang panjang (siklus
>35hari) yang disebabkan oleh memanjangnya fase folikuler.
4) Amenorhe
adalah tidak adanya haid selama 3 bulan atau lebih. Amenorhe dibagi 2 yaitu
amenorrhe primer adalah bila wanita belum dating haid sampai usia 14 tahun, dan
amenorrhe sekunder adalah bila wanita pernah mendapat haid tetapi tidak haid
lagi. Bercak yang terjadi saat sebelum ovulasi yang disebabkan oleh penurunan
esterogen.
2.
Berdasarkan
aliran darah menstruasi
1)
Hypomenorhe
Adalah keadaan dimana haid jumlanya sedikit tetapi menurut siklus. disebabkan
oleh karena kesuburan endomentrium kurang gizi, penyakit menahun maupun
gangguan hormon.
2)
Hypermenorhoe
Adalah kondisi dimana haid berlebihan banyaknya tetapi menurut siklus.
3)
Menorrahagia
Periode menstruasi yang sangat panjang dan banyak, periode yang terjadi >80
ml siklus biasa. Jika waktu terjadi dalam interval sangat pendek.
3. Gangguan lain pada awal haid
1)
Pre-mentrual
tension Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan
sampai menstruasi berlangsung. Gejala klinik dari Pre-mentrual tension adalah
gangguan emosional, gelisah, sukar tidur, perut kembung, mual muntah, payudara
tegang sakit, dan terkadang merasa tertekan beberpa jam sampai beberapa hari.
2)
Mastodinia
atau mastalgia Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid. Disebabkan oleh
dominasi hormon esterogen.
3)
Mittetelschmerz
(Rasa nyeri pada ovulasi) Adalah rasa sakit yang timbul pada saat ovulasi,
berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari diperengahan siklus mentruasi.
4)
Dismenorhea Nyeri pada saat menstruasi atau
nyeri mentruasi yang memaksa wanita untuk istirahat berakibat pada menurunya
kinerja dan berkurangnya aktifitas sehari – hari (Proverawati dan Misaron,
2009).
2.2.7 Cara mengatasi gangguan sebelum menstruasi Cara
mengatasi gangguan atau keluhan - keluhan sebelum menstruasi atau selama
menstruasi setiap wanita berbeda - beda, tergantung mana cara yang dapat
membuat perasaan menjadi lebih nyaman dan merasa baik (August, 2000).
Berikut cara yang dapat menolong:
1. Kurangi garam-garam yang dapat
menyebabkan tubuh berusaha menyimpan air dalam tubuh sehingga menyebabkan rasa
penuh di perut bagian bawah.
2. Coba hindari caffeine yang terdapat
dalam teh atau kopi dan beberapa minuman ringan seperti coca-cola.
3. Coba makan makanan yang berprotein
tinggi seperti kacang - kacangan, ikan, daging, susu. Bila tubuh mencerna
makanan jenis ini akan menyebabkan lebih banyak air yang keluar tubuh sehingga
mengurangi rasa penuh di perut bagian bawah.
Menurut (August, 2000) ada beberapa cara
untuk mengatasi menanggulangi nyeri perut saat menstruasi (dismenorhoe), dapat
dilakukan cara - cara seperti berikut :
1. Usap perut
bagian bawah untuk mengurangi ketegangan otot perut.Isi sebuah botol dengan air
panas dan letakkan di perut bagian bawah atau bisa dipergunakan kain
tebal/handuk yang sudah dibasahi dengan air panas.
2. Minum air teh yang dicampur dengan air
jahe.
3. Tetap jalankan aktivitas sehari -
hari seperti biasa.
4. Olahraga atau berjalan-jalan
disekitar rumah.
5. Bila nyeri
sangat dan perdarahan yang banyak dan semua usaha di atas tidak menolong segera
kunsultasi dengan tenaga medis setempat.
2.2.8
Manarche sebagai bagian dari proses menstruasi
Manarche adalah haid atau menstruasi yang pertama kali dialami oleh seseorang
wanita dan terjadi di tengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi
(Aulia,2009,hlm.21). Manarche merupakan suatu tanda yang penting bagi seorang
wanita yang menunjukan adanya produksi hormon yang normal dibuat oleh
hipotalamus dan kemudian diteruskan oleh ovarium dan uterus. Selama dan sekitar
2 Tahun hormonhormon ini akan merangsang pertumbuhan tanda - tanda seks
sekunder seperti pertumbuhan payudara, perubahan - perubahan kulit, perubahan
siklus, pertumbuhan rambut ketiak dan rambut pubis serta bentuk tubuh menjadi
yang ideal. Ada sebagian kecil anak perempuan mengalami menstruasi lebih awal
yang disebut Solated Premature manarche dan ada juga yang mengalami menstruasi
yang lewat primary amenhorrhea. (Aulia, 2009,hlm.21). Manarche sebenarnya
merupakan puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi pada seorang gadis
sedang menginjak dewasa. (Jones, 2005,hlm.26). Menstruasi anak gadis dapat
berhenti atau tertunda jika dia menjalani diet yang ketat untuk mempertahankan
berat badan idealnya atau jika dia mengidap penyakit Anorexia nervosa (Tidak
ada nafsu makan karena tidak ingin gemuk). (Darvill,2003,hlm.14). Manarche
biasanya terjadi antara tiga sampai delapan hari, rata - rata lima setengah
hari. Dalam satu tahun setelah terjadinya manarche, ketidakteraturan haid masih
sering dijumpai. Ketidakteraturan terjadinya haid adalah kejadian yang biasa
dialami oleh para remaja putri, namun demikian hal ini dapat menimbulkan
keresahan pada diri remaja itu sendiri. Sekitar dua tahun setelah manarche akan
terjadi ovulasi. Ovulasi ini tidak harus terjadi setiap bulan tetapi dapat
terjadi setiap dua atau tiga bulan dan secara berangsur siklusnya akan menjadi
lebih teratur. Dengan terjadinya ovulasi, spasmodic dismenorrhoea dapat timbul.
(Ezra, Konstitusional psikologis remaja putri yang telah mengalami manarche
2003, ¶ 2, http://www.google.com, diperoleh tanggal 30 juni 2013). Munculnya
haid pertama terjadi di tengah - tengah masa pubertas, yaitu masa peralihan
dari anak - anak ke dewasa yang memegang peranan penting dalam proses tersebut
adalah hubungan hipotalamus, hipopisis dan ovarium (Hipotalamic
PituitariOvarikratis). Hal ini merupakan hasil kerjasama antara korteks
serebri, Hipotalamus, Hipopisis, Varium, Glanduna Supra Renalis dan Kelenjar -
kelenjar Endokrin lainnya.
NAMA : ANIS NURUL HIKMAH
KELAS : 9-D
NO.ABSEN :
09
A. Analisi
data siklus menstruasi
|
NO
|
BULAN
|
Tanggal
|
Berapa hari
|
|
1
|
JULI
|
19 JULI 2015
|
Juli – Agustus 26 hari
|
|
2
|
AGUSTUS
|
14 AGUSTUS 2015
|
Agustus – September 24 hari
|
|
3
|
SEPTEMBER
|
7 SEPTEMBER 2015
|
September – Oktober 27 hari
|
|
4
|
OKTOBER
|
4 OKTOBER 2015
|
Oktober – November 27 hari
|
|
5
|
NOVEMBER
|
31 OKTOBER 2015
|
|
|
JUMLAH
|
104 : 4 = 26 hari
|
||
B. Kesimpulan
Dari data siklus
menstruasi yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi siklus menstruasi setiap
bulan adalah ± 26 Hari
DAFTAR PUSTAKA
Data siklus menstruasi siswa
( Anis Nurul Hikmah )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar